Kamis, 07/01/2016 09:15

Silaturahmi Budaya Agendakan Iven Seni dan Budaya di Beberapa Kota

Diskusi

Silaturahmi Budaya ditaja Minangkabau Institut di Lapai Padang

Silaturahmi Budaya ditaja Minangkabau Institute di Lapai, Padang. (sudarmoko)

Silaturahmi Budaya yang digelar di Rumah Pustaka Wisran Hadi dan Taman Bacaan Sutan Muhammad Ridha, Padang, berhasil merumuskan agenda kongkrit beberapa iven budaya dan kesenian tahun 2016. Iven pertama pertunjukan musik Talago Buni, akan digelar di Istano Silinduang Bulan, Batusangkar, awal Maret mendatang.

Budayawan Edi Utama, mengatakan, iven yang akan digelar memanfaatkan jaringan di beberapa kabupaten dan kota. Hal ini terinspirasi dari pertunjukan Talago Buni yang dipimpinnya, saat melakukan pertunjukan di beberapa kota kecil di Jerman.

"Tidak perlu asosiasi atau lembaga baru yang mengurusi iven ini nantinya. Kita bersama memanfaatkan potensi yang ada. Kalau memang dibutuhkan nantinya, kita bisa gunakan Minangkabau Institute. Semangatnya tetap kebersamaan kita mengkurasi dan memasarkan karya kreatif seniman Sumbar." katanya.

Sementara itu, Pembina Minangkabau Institute, Raudha Thaib, mengungkapkan, harus ada orang yang benar-benar mau mengurusi kesenian dan kebudayaan ini. Artinya, menyediakan waktunya untuk segala hal yang berhubungan dengan seni dan budaya tersebut.

Budayawan, Yusrizal KW, mengamati selama ini komunitas seni dan individu seniman di Sumatera Barat berproses secara personal. Jikapun ada festival kesenian, lebih berupa membangun jaringan yang disukai, berdasarkan kedekatan, dan tidak membangun kesenian secara bersama.

“Demikian juga dengan program pemerintah dan lembaga publik, lebih berupa program ulangan tanpa visi besar dalam membangun arah kesenian dan kebudayaan dalam jangka panjang. Spirit silaturahmi budaya ini untuk mengurai persoalan dan menawarkan solusinya,” katanya.

Selanjutnya, Sudarmoko menjelaskan, berbagai persoalan dan persinggungan antarseniman dan lembaga kesenian juga tak luput telah mewarnai dinamika kesenian di Sumatera Barat. Tetapi, potensi besar kesenian dan kebudayaan yang ada di Sumatera Barat belum terkelola dengan baik.

"Tentu saja, sangat menyenangkan untuk bisa hadir di tengah teman-teman yang bersedia datang, dengan atau tanpa undangan. Banyak pemikiran, penyadaran, masalah, hingga kerja konkrit, yang lahir dalam pertemuan ini. Saya tetap percaya, pertemuan langsung memberikan manfaat sangat besar, karena membawa konteks dan semangat yang dapat dihirup bersama. Selain itu, kuasa yang ada belum mampu mengajak teman-teman lain yang belum dapat hadir, sepertinya lain waktu akan dapat menampung lebih banyak orang," ungkapnya.

Hadir dan berbagi pemikiran dalam Silaturahmi Budaya ini, antara lain, Syahrul N, Nurkholis, Wendy HS, dan Pandu Birowo dari Padang Panjang. Kemudian dari Padang, Nasrul Azwar, Wannofri Samri, M Taufik, Sondri BS, Muharyadi, Mila K Sari, Ganda Cipta, Esha Tegar Putra, Heru JP, Andara Hearly, dan lain-lain. (ny)