Sabtu, 11/03/2017 13:43

Berita

Lima Tahun FAM Indonesia, Terus Bergelut dengan Kata

Dunia Kreatif

FAM Lima Tahun

FAMLima tahun FAM telah berperan dalam penerbitan buku


“Tidak terasa usia FAM Indonesia sudah lima tahun. Eksistensi FAM tidak lepas dari keaktifan seluruh anggota yang tersebar di berbagai kota di Tanah Air dan Mancanegara,” kata Aliya Nurlela, Sekjen FAM Indonesia, Sabtu (11/3), di Pare, Kediri, Jawa Timur.

Sebagai tanda syukur, FAM Indonesia merayakan ulang tahun ke-5 dengan doa bersama di kantor pusat FAM Indonesia, Pare, Kediri. Selain dihadiri para pegiat FAM Indonesia, syukuran milad dengan memotong kue ulang tahun itu juga diramaikan sejumlah pelajar dan mahasiswa.

“Di usia lima tahun FAM telah melalui proses panjang di dunia literasi, meski banyak yang perlu dibenahi,” kata penulis novel “Lukisan Cahaya di Kota Galuh” itu.

Koordinator FAM Wilayah Jawa Barat Dedi Saeful Anwar mengatakan, di usia terbilang masih belia FAM Indonesia telah berkiprah dalam memajukan dunia literasi terutama di kalangan pelajar, remaja dan para penulis pemula.

Menurut penulis buku “Senyum Nolina” itu, FAM Indonesia tampak semakin semangat menggelorakan pentingnya membaca buku dan menulis karangan melalui berbagai kegiatan pelatihan kepenulisan, kopdar, diskusi, bedah buku, seminar, dan lainnya.

“FAM juga telah ikut membantu menerbitkan ratusan buku karya anggotanya sehingga kaderisasi FAM untuk melahirkan penulis baru terus berjalan,” kata Dedi.

Koordinator FAM Cabang Depok Muhammad Suharto menyebutkan, FAM Indonesia telah memberikan ruh semangat bagi banyak orang untuk berkarya, mengabdikan diri di dunia literasi yang terasa masih asing.

“Perkembangan teknologi semakin pesat, jangan sampai dunia literasi ditelan bumi. Harus terus ada hingga akhir zaman,” harapnya.

Sementara Koordinator FAM Luwu Raya, Alvin Shul Vatrick optimis FAM Indonesia akan menjadi organisasi kepenulisan besar di masa mendatang. “Banyak pengalaman di dunia kepenulisan yang saya dapat sejak bergabung dengan FAM Indonesia. FAM telah memantik api semangat saya berkarya,” katanya.

Ketua Umum FAM Indonesia Muhammad Subhan menyampaikan terima kasih kepada seluruh pengurus dan anggota FAM Indonesia, baik di dalam maupun luar negeri yang telah ikut aktif membesarkan komunitas ini.

“Keaktifan seluruh anggota FAM telah memanaskan mesin organisasi ini. Mari terus bekerja dan berkarya,” ujar Muhammad Subhan yang juga penulis novel “Rumah di Tengah Sawah”.

Agenda literasi FAM Indonesia dalam waktu dekat ini adalah meluncurkan 60 buku karya pegiat FAM Indonesia serta Lomba Baca Puisi Tingkat SLTP/sederajat se-Kabupaten Kediri. Acara tersebut diselenggarakan pada 25 Maret 2017 di Perpustakaan Daerah Mastrip Pare, Kediri. Acara juga diramaikan dengan bazaar buku dan talkshow kepenulisan. (SSC)

Baca Juga:
Sabtu, 16/06/2012 14:31

Mau Sukses? Segera Urus Mental!