Rubrikasi /

Alek Teater 2012

Nonton Festival Teater Remaja, Yuk...

Inioke.com , Senin, 29 Oktober 2012 19:21 wib

Teater Oase dengan naskah Beranak Anjing yang dimainkan dalam Alek Teater 2011.(int)

Sudah saatnya anak-anak remaja nonton teater. Yuk, saksikan Alek Teater 2012 dengan menampilkan 12 grup yang akan pentas di Teater Utama Taman Budaya Sumatera Barat 1-3 November 2012. Tahun ini merupakan tahun kedua diadakannya festival teater remaja Alek Teater yang diselenggarakan oleh Taman Budaya Sumbar. Para kreator remaja yang notabenenya pelajar dan mahasiswa akan berlomba menjadi satu dari lima grup yang layak menjadi pemenang.

“Sebenarnya grup baru yang mendaftar. Itu menjadi pertimbangan kita sehingga dari tiga hari waktu yang difasilitasi kita pilih 12 grup saja,” ujar Syuhendri, piñata kegiatan Alek Teater 2012, Senin (29/10) sore di Taman Budaya.

Adapun naskah-naskah yang akan dimainkan ialah karya Arifin C Noer. Pilihan naskah Arifin C Noer telah disetujui oleh peserta pelatihan teater bersama Iman Soleh tahun lalu di Taman Budaya. Mereka yang mengikuti pelatihan itu berasal dari kelompok teater yang pernah mengikuti Alek Teater pertama.

“Naskah-naskah Arifin C Noer ini memiliki muatan pembelajaran yang lebih besar, apalagi untuk suatu pertunjukan realis. Arifin C Noer di Indonesia termasuk yang terbaik dalam dunia teater. Bagi pemula, sangat cocok untuk mengambil intisari dan belajar dari Arifin C Noer. Hal ini tentu membuka kesmepatan seluas-luasnya bagi kreator untuk belajar,” jelas Syuhendri.

Cerita Kanak-kanak dari Dunia Kucing merupakan salah satu pertunjukan karya Teater Nan Tumpah.(int)

Taman Budaya akan terus mengusahakan agar Alek Teater tetap ada. Syuhendri mengatakan bahwa dengan adanya iven ini, kelompok teater yang kesulitan dalam biaya produksi akan teratasi. “Mereka tinggal pentas saja.”

“Kita mesti menyiapkan tangga kemajuan bagi teaterawan muda untuk mementaskan pertunjukan sebanyak-banyaknya. Kalau tidak disiapkan sejak kini, alih teater yang berkesinambungan tidak akan bertemu,” tukas Syuhendri.

Naskah Arifin C Noer tidak baku untuk kegiatan Alek Teater. Cita-citanya, kata Syuhendri, supaya kelompok teater menciptakan naskah sendiri dan bisa menjadi kelompok yang mandiri. “Kegiatan ini murni untuk membentuk iklim kesenian yang baik. kita libatkan empat grup teater pelajar dan delapan grup teater kampus.”

Nanti, tutur Syuhendri, di sela-sela pertunjukan kita beri ruang bagi mereka yang ingin berdiskusi dan menanggapi pertunjukan. “Kita berharap akan terjadi diskusi. Peserta yang ingin berdiskusi sesama mereka ya kita fasilitasi. Kita beri waktu mereka untuk pentas sekitar 45-50 menit,” tambah Syuhendri.

Semangat teater remaja, jelas Syuhendri, sangat tinggi sehingga kita perlu mewadahi mereka sebagai generasi pelanjut teater di Sumatera Barat. “Kita giring mereka menjadi kelompok teater yang mandiri. Alek Teater sebagai hadir sebagai batu loncatan agar mereka punya kesempatan untuk mandiri, kalah menang tak jadi soal bagi mereka,” ungkap Syuhendri mengakhiri.

Adapun yang menjadi juri nanti ialah Edy Suisno dari ISI Padangpanjang, seniman Rizal Tanjung dan pihak Taman Budaya.(del)