Rubrikasi /

Pro-Kontra Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Tembakau

Oleh : Dani Putra Amerta* , Minggu, 17 Juni 2012 09:36 wib

Seperti yang sama-sama kita ketahui bahwa tembakau merupakan bahan utama dari rokok. Rokok merupakan faktor risiko berbagai penyakit dan berujung pada kematian, jadi tidak diragukan lagi rokok merusak kesehatan. Menurut data survey, 70 % penduduk Indonesia adalah perokok aktif, dimana 60% diantaranya adalah warga negara yang berekonomi lemah (miskin). Oleh karena itu pemerintah merancang peraturan mengenai tembakau, diamana produksi tembakau akan dikurangi dan perlahan-lahan akan dimatikan, yang bertujuan untuk menunjang kesehatan dalam lingkungan masyarakat.

Hal ini menimbulkan pro dan kontra di dalam lingkungan masyarakat, dimana ada yang pro dengan pemerintah dikarenakan alasan kesehatan sedangkan bagi yang kontra, membuat perekonomian menurun serta hilangnya pekerjaan.

Kita dapat meninjau dari berbagai aspek tentang hal yang mendukung :

1. Bidang kesehatan

Mengapa konsumsi rokok secara terus menerus dapat menimbulkan penyakit? Rokok merupakan campuran senyawa kompleks yang berasal dari pembakaran tembakau dan zat aditif. Tidak hanya mengandung nikotin sebagai stimulan biasa tetapi rokok juga mengandung 4.000 bahan kimia yang berbahaya. Hampir semua dari zat tersebut mematikan. Hal itu yang menyebabkan adanya gangguan pada paru-paru, jantung dan penyakit lainnya.

Diantaranya zat berbahaya yang terkandung dalam rokok :

a. Sianida adalah senyawa kimia yang mengandung kelompok cyano.

b. Benzene juga dikenal sebagai bensol merupakan senyawa kimia organik yang mudah terbakar dan cairan tidak berwarna.

c. Cadmium sebuah logam yang sangat beracun dan radioaktif yang ditemukan baterai.

d. Metanol (alkohol kayu) adalah alkohol yang paling sederhana yang juga dikenal sebagai metil alkohol.

e. Asetilena (bahan bakar yang digunakan dalam obor las) merupakan senyawa kimia tak jenuh yang juga merupakan hidrokarbon alkuna yang paling sederhana.

f. Amonia ditemukan di mana-mana di lingkungan tetapi sangat beracun dalam kombinasi dengan unsur-unsur tertentu.

g. Formaldehida cairan yang sangat beracun yang digunakan untuk mengawetkan mayat.

h. Hidrogen sianida adalah racun yang digunakan sebagai fumigan untuk membunuh semut. Zat ini juga digunakan sebagai zat pembuat plastik dan pestisida.

i. Arsenik adalah bahan yang terdapat dalam racun tikus

Sedangkan asap rokok mengandung tar dan karbon monoksida. Dimana tar merupakan subtansi yang tebal dan lengket, yang nanti saat dihirup menempel pada rambut-rambut kecil paru-paru. Hal tersebut membuat kinerja paru-paru tidak efektif dan akhirnya oksigen yang diserap kedalam tubuh berkurang. Begitu juga dengan karbon monoksida yang cenderung mengikat oksigen didalam darah, sehingga membuat kinerja organ penyuplai oksigen terhambat. Terjadinya kekurangan oksigen ini membuat jantung bekerja lebih keras dan mengalami penebalan. Hal itu merupakan salah satu faktor mengapa seseorang mengalami serangan jantung.

Dengan merokok kita sudah mengurangi umur kita, karena itu demi kesejahteraan dan kelangsungan hidup masyarakat pemerintah membuat RPP tembakau.

2. Bidang lingkungan

Secara umum orang lebih mengetahui bahwa rokok merusak kesehatan, tetapi sedikit yang mengetahui bahwa rokok dapat merusak lingkungan. Hal ini dikarenakan rokok merupakan bahan yang paling merugikan dari proses pembuatan sampai setelah dihisap.

Penanaman tembakau telah mengambil alih lahan yang seharusnya bisa digunakan untuk menanam pohon penghijauan atau tanaman pangan. Penggunaan lahan penanaman tembakau untuk menanam tanaman pangan tentu akan mengurangi angka kelaparan global.

Proses pengolahannya dari daun tembakau sampai siap digulung menghabiskan banyak sumber daya dan terutama pohon sebagai kertas penggulungnya. Satu pohon besar harus ditebang untuk memproduksi 300 bungkus rokok. Kertas dari pohon tersebut dipakai untuk menggulung daun tembakau yang telah diolah, dipakai sebagai pembungkus dan sebagainya.

Pohon berukuran besar yang memiliki efisiensi yang tinggi dalam menyaring udara malah ditebang dan digunakan dalam industri rokok yang turut menyumbang polusi udara. Walaupun pabrik rokok meluncurkan program penanaman pohon untuk penghijauan, perlu dipertanyakan apakah ini hanya strategi peningkatan popularitas sebab laju pertumbuhan tunas pohon tersebut tidak akan pernah bisa melampaui laju pembabatan hutan yang mereka lakukan. Langkah yang lebih tepat adalah tidak menebang pohon lagi sambil menanam tunas pohon yang baru.

Saat rokok habis dihisap, perokok dengan mudah membuang puntung rokok sembarangan. Perokok mungkin berpikir bahan rokok berupa kertas dan daun kering tembakau akan dengan mudah diuraikan. Kenyataannya puntung rokok bukan hanya sekedar "kertas dan daun kering". Bahan kimia beracun yang terkandung di dalamnya akan meracuni tempat dimana ia dibuang.

Bila dibuang ke perairan, bahan beracun akan larut ke air dan meracuni organisme di dalamnya. Bila dibuang di tanah, bahan beracun akan meresap ke tanah dan mencemarinya. Butuh waktu 25 tahun bagi bahan kimia tersebut untuk "diencerkan" di tanah. Namun bila puntung rokok tetap dibuang ke tanah, bahan beracun akan tetap masuk dan butuh waktu semakin lama untuk menguraikannya. Akibatnya tanaman menjadi sulit tumbuh dan tanah menjadi tandus.

Kita bisa melihat bahwa tidak ada keuntungan rokok bagi lingkungan dan kesehatan kita.

3. Generasi muda

Generasi muda merupakan sebagian besar dari perokok aktif yang ada di tengah tengah masyarakat. Hal ini dipicu karena kondisi mereka yang masih labil, masa pencarian jati diri. Banyak diantara mereka merokok berawal dari coba-coba dan sampai akhirnya pada kecanduan terhadap rokok. Dalam jangka panjang akan berujung kepada narkoba. Mengapa? Karena rokok merupakan cikal bakal dari penggunaan narkoba. Oleh sebab itu produksi rokok hendaknya dihentikan karena merusak generasi muda yang akan menjadi penerus bangsa ini. Seandainya generasi muda sudah rusak, bagaimana masib bangsa ini kedepan?.

4. Agama (khususnya Islam)

Rokok bukanlah termasuk barang-barang yang pantas dinikmati oleh seorang muslim. Ini mengingat dalil-dalil menunjukkan bahwa hukum rokok adalah haram, juga besarnya bahaya yang ditimbulkan rokok. Apalagi bila disulut oleh masyarakat secara rutin, maka semakin meyakinkan bahwa tidak ada pilihan lain, jika rokok harus ditinggalkan.

Gangguan kesehatan pada perokok aktif maupun pasif, gangguan sosial dan ekonomi sudah tidak terelakkan lagi, dan semakin menguatkan pandangan, bahwa rokok hanya akan membuat hidup lebih redup bahkan suram. Sehingga jika masih diperdebatkan boleh atau tidaknya untuk mengkonsumsi rokok padahal telah jelas keharaman rokok dan kerusakan yang disebabkannya, akan memporak-porandakan kaidah umum syariat Islam, yang menjunjung tinggi dalam melindungi jiwa, harta dan keturunan dan kemaslahatan umum.

Itulah serangkaian hal-hal yang mendukung mengapa RPP tembakau diadakan. Sekarang mari kita lihat bagaimana dengan hal yang kontra dengan RPP tembakau tersebut :

1. Bidang ekonomi

Rokok merupakan penyumbang devisa yang besar bagi negara, oleh karena itu apabila ditutup nya pabrik rokok, maka akan terjadi penurunan dalam bidang ekonomi serta dari sektor pendapatan.

2. Tenaga Kerja

Pabrik rokok memiliki banyak pekerja dan buruh untuk menjalankan industri mereka. Hal ini yang memicu penentangan mengenai RPP tembakau tersebut. Apabila ditutupnya industri rokok tersebut maka angka pengangguran akan meningkat, karena begitu banyak pekerja yang bergantung pada pekerjaan tersebut serta dengan pertanian tembakau.

 

*Penulis merupakan mahasiswa Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (2011)