Berita /

Sebelum ke Psikolog, Kenali Dulu Spesialisasinya

Oleh : Maghriza Novita Syahti , Rabu, 23 Mei 2012 09:07 wib

(gambar ilustrasi: umm.ac.id)

Jika membutuhkan pelayanan psikologis, sebaiknya kita menetapkan pilihan yang tepat kepada ahli yang tepat. Jika di bidang kedokteran ada spesialis syaraf, penyakit dalam, kulit dan kelamin, jantung, dan lain sebagainya, psikologi juga punya spesialisasi sendiri, seperti psikolog industri dan organisasi, psikolog pendidikan, psikolog klinis, dan lain sebagainya. Yuk, kita kenali satu persatu!

Jika ada anggota keluarga atau karib kerabatmu yang mengalami gangguan psikolog, sebaiknya kamu mengunjungi psikolog klinis. Psikolog klinis melakukan diagnosis gangguan kejiwaan yang dialami seseorang dan melakukan terapi yang tepat untuk orang tersebut. Psikolog klinis dikhususkan pula kepada psikolog klinis anak dan klinis dewasa.

Lain pula dengan psikolog industri dan organisasi. Psikolog industri dan organisasi ini biasanya bekerja di human resource department. Mereka berkaitan dengan kinerja karyawan di sebuah perusahaan, lingkungan kerja, rekrutmen, seleksi, penempatan, training, dan lain sebagainya.

Sedangkan, psikolog pendidikan berfokus kepada siswa dan lembaga pendidikan. Misalnya, mengkaji hal yang berkaitan dengan faktor penghambat yang menjadi masalah dalam proses belajar mengajar di sekolah, motivasi belajar siswa, gaya belajar, dan lain sebagainya. Adapula psikolog olahraga yang fokus kepada kondisi psikologis para atlit, psikolog forensik yang berkaitan dengan hal-hal kriminal, dan lain-lain.

Banyak pula yang menganggap bahwa psikiater dan psikolog itu sama, padahal tidak. Psikiater adalah seseorang yang berlatar pendidikan kedokteran yang kemudian mengambil keahlian di bidang kesehatan jiwa. Psikiater bergelar dr di depannya dan SpKJ di belakang namanya. Jika kamu beranggapan bahwa yang dialami merupakan dampak dari faktor biologis, maka sebaiknya kamu ke psikiater. Namun, jika anggapanmu permasalahannya terjadi karena faktor psikologis, selain dari faktor biologis, sebaiknya kamu datang ke psikolog.

Psikolog tak hanya diperuntukkan bagi mereka yang mengalami masalah psikologis, tetapi juga untuk mereka yang sehat secara psikologis. Psikolog merupakan lulusan magister profesi psikologi. Dulunya, sebelum tahun 1992, lulusan S1 psikologi yang menempuh perkuliahan selama enam tahun berhak mendapatkan gelar psikolog. Namun, sekarang lulusan S1 adalah sarjana psikologi dan harus melanjutkan studi S2 profesi selama dua tahun untuk dapat bergelar psikolog dan mendapat lisensi untuk membuka praktik psikologi. Lulusan S1 psikologi belum diizinkan untuk berpraktek. Tetapi, jika ingin fokus kepada bidang akademik, maka harus menempuh pendidikan magister sains.

Jadi, jika ingin mengetahui spesialisasi apa yang dimiliki psikolog tersebut, kita bisa melihat dari gelarnya yaitu M.Psi. Psikolog. Namun, sebelum menggunakan jasa psikolog, sebaiknya kita juga menanyakan langsung kepada psikolog atau petugas yang bekerja di klinik psikologi tersebut. (*)